Type something and hit enter

Download aplikasi Agen Pulsa
On
advertise here

MUKIDI - Siapa yang tidak kenal dengan seorang Mukidi.
Sosok Mukidi adalah sebuah cerita yang di buat oleh Soetantyo Moechlas. Cerita mukidi kini menjadi viral dan menjadi hiburan bagi para netizen yang memiliki selera humor tinggi.
 
Banyak beredaran dalam pesan singkat, Whatsapp, BBM yang mengirim cerita singkat dari Mukidi.

Penasaran dengan cerita Mukidi?? ayo simak dibawah ini. 

Inilah beberapa cuplikan cerita Mukidi yang sedang menjadi perbincangan di media sosial.

===========================================================

ISTRI MUKIDI NGIDAM KEPITING

Suatu hari istri Mukidi sedang hamil muda, dia ngidam kepiting. Tanpa lama-lama Mukidi pun bergegas pergi kepasar

Pas naik angkot, Mukidi bertemu TTM nya waktu sekolah dulu. Setelah lama berbincang di dalam angkot, Mukidi akhirnya pergi jalan-jalan bersama TTM nya itu, lantas lupa kalo berangkat dari rumah berniat membeli kepiting. ( TTM= teman tapi mesra = pacar )


Setelah sore dan puas jalan dengan TTM nya, Mukidi baru sadar bahwa ia disuruh istrinya membeli kepiting, Mukidi lanjut pergi kepasar membeli 5KG kepiting

--Untuk mengelabui istrinya--

Sesampainya di depan rumah, Mukidi membuka kantong kresek yang berisi kepiting, dan membiarkan kepiting tersebut berserakan di tanah

Dengan sebatang tongkat, digiring nya kepiting itu sambil berteriak

"Ayo cepet jalannya, sebentar lagi sampe di rumah..."

Sang istri mendengan suara Mukidi, segera ia keluar rumah. Melihat ulah suaminya itu sang istri langsung tertawa terbahak-bahak

"Weleh weleh Mas Mukidi ini kok aneh, masa bawa kepiting kok di giring kaya bebek, pantesan pergi ke pasarnya lama banget"

Mukidi bicara dalam hati sambil tersenyum

 "Amaannn"

========================================================================

MUKIDI NYARI UANG KEMBALIAN

Suatu hari Mukidi pergi ke pasar kuliner, mau membeli rujak cingur yang penjualnya orang Madura bertubuh montok, bernama Ibu Markonah

"Bu rujak satu, berapa??" Tanya Mukidi

"Sepoloh rebu pak" Jawab Markonah

Selesai di bungkus, Mukidi membayar dengan uang 20rb. Dan Markonah berkata  

"Pak tangan saya lagi kotor, ini ambil sendiri kembaliannya disini" kata Markonah sambil menengok ke bawah

Tanpa ragu Mukidi mengambil uang kembalianya yang ada di belahan dada Markonah. Karena kebiasaan orang Madura menyimpan uang disana.
"Gak ada bu!!" Kata Mukidi

Markonah menjawab "Ada kok, coba lebih dalam lagi, cari ke kiri dan kanan"

Mukidi " Nggak ada juga bu"

Markonah " Ya sudah gak apa-apa"

Mukidi "Terus mana kembalian saya??" 

Markonah menjawab santai "Ongkos rogoh-rogoh sepoloh rebu pak, sampean kira obok-obok isi kutangku gratis"

Mukidi tersenyum sambil garuk-garuk kepala

========================================================================

MASIH PERAWAN 

Suatu hari Markonah istri Mukidi pergi ke dokter kandungan untuk periksa

Sesampainya di klinik, Markonah bercakap dengan dokter

"Hati-hati periksanya ya dok, saya masih perawan" kata Markonah

Dokter menjawab "Lho katanya ibu telah kawin cere sampe 3x, kok bisa masih perawan??"

Markonah "Gino lho dok, suami pertama saya ternyata inpoten, jadi gak bisa masuk"

Dokter "Kalo suami yang ke dua gimana, masa sama inpoten juga"

Markonah "Suami saya yang ke dua itu sehat gak inpoten, cuma dia gay, takut tidur sama perempuan"

Dokter "Terus suamimi yang sekarang si Mukidi, gimana??"

Markonah "Dokter kan juga tau, kalo Mukidi gaulnya sama orang Partai, jadi dia cuma mencentang, gak suka nyoblos"

Dokter cuma bisa bengong.........

========================================================================

MALU

Ketika markonah bercerita pada suaminya

Istri "Mas, tadi waktu aku buka BH depan kaca dekat jendela, Eeeeh taunya ada tetangga yang lihatin aku dari luar"

Mukidi "Terus apa yang kamu lakukan?"

Istri "Aku malu banget lah mas, terus aku tutupin muka aku pake BH"

Mukidi "Ahhh dasar Dodooollll"

Istri "Bukan dodol mas, tapi aku malu"

=========================================================================

 NAIK UNTA ARAB 

Saat Mukidi melancong ke Arab, dia bermasud jalan-jalan dengan menunggang unta.
karena kebiasaan nya naik kerbau yang kalo di suruh duduk itu cukup bilang "Duduk"

Namun lain halnya dengan unta, walaupun Mukidi sudah berterika "DUDUK DUDUK"  namun unta tetap saja berdiri sehingga Mukidi tidak bisa naik.

Akhirnya seorang pawang unta menghampiri dan berkata "Bilang Assalamualaikum, baru unta akan duduk"

Mukidi "Assalamualaikum" dan akhirnya unta itu duduk, segeralah Mukidi naik ke punggung unta.

Mukidi "Jalan-jalan"

Pawang "Bilang Bismillah"

Mukidi "Bismillah" akhirnya unta jalan dengan santai, dan sang pawang mengawasi Mukidi dari samping unta.

Tak lama Mukidi bertanya kepada sang pawang "Pawang, bagaimana cara menyuruh unta agar berlari??"

Pawang "Bilang saja Alhamdulillah"

Mukidi "Alhamdulillah" dengan sekejap untapun berlari.

Terlihat mukidi bergembira di atas punggung sang unta, sambil berlari menikmati pemandangan dari atas. Mukidi mengucapak "Alhamdulillah" sehingga unta tambah kencang berlari.

Ketika Mukidi sudah jauh si Pawang Unta baru ingat, belum memberi tahu caranya onta berhenti. Dari jauh PU berteriak: “Kalo mau berhenti bilang Innalillahi..”

Karena sudah jauh Mukidi tidak mendengar. Dan si unta terus berlari dengan kencang. Sampai akhirnya di kejauhan Mukidi melihat di depan ada jurang yang sangat dalam.

Mukidi ketakutan, dan mencoba menghentikan onta: “Stop, stop, stoooop, stooop, oop, oop..!!”

Unta tetap berlari, jurang sudah terpampang di depan mata.  

“Mati gue!” kata Mukidi. Tahu dia akan jatuh kejurang dan mati.

Dalam kepanikannya dia berteriak: “Innalillahi..!!” sambil memejamkan mata pasrah.

Unta mendadak berhenti. Dan ketika Mukidi membuka mata. Dia melihat persis di tepi jurang.

Saking senangnya tidak jadi mati, Mukidi berteriak: “Alhamdullilah!”

===========================================================

 BIKIN KONDOM

Di ruang operasi rumah sakit, seorang dokter bedah melihat Mukidi yang akan dioperasi kelihatan gelisah. Untuk menenangkannya, Mukidi diajak bercanda

Dokter : “Bapak tau cara membuat sarung tangan karet yang sedang saya pakai ini?”

Mukidi : “Tidak dok…”

Jawab Mukidi sambil memberi isyarat dengan tangannya

Dokter : “Begini Pak.. Karet mentah direbus sampai meleleh lalu pegawai pabrik rame2 mencelupkan tangan ke dalam cairan karet itu. Setelah itu tangan segera diangkat untuk diangin-anginkan. Tak lama kemudian jadilah sarung tangan seperti ini.”

Mukidi tersenyum mendengar penjelasan sang dokter. Beberapa saat kemudian Mukidi tertawa terpingkal-pingkal. Dokter heran dan bertanya

Dokter: “Mengapa Anda tertawa seperti itu..?”

Mukidi : “Dengar cerita dokter tadi, saya lalu membayangkan bagaimana cara membuat kondom.”

Dokter: (bengong)

=========================================================================

Click to comment